Jamaah sholat Dzuhur di Masjid
Istiqlal membaca qunut nazilah, berharap semoga wabah virus corona segera
berakhir (Foto: Agung Pambudhy/detiikcom)
al-irmaniyah.Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Tausiyah selasa tanggal 3 Maret 2020 terkait penyebaran virus corona di Indonesia. Dewan Pengurus MUI mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang beragama Islam, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindari dari musibah ini.
Melalui Wakil Sekretaris jenderal (Wasekjen) MUI KH.
Solahuddin Al Aiyub mengatakan, perbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah
Azza wa Jalla, meninggalkan perilaku dzalim, memperbanyak sedekah, dan
meninggalkan permusuhan, karena penyebaran virus Corona ini bisa jadi merupakan
peringatan dari Allah SWT. Mengajak umat Islam untuk melakukan Qunut Nazilah di
setiap shalat fardhu.
Pengertian Qunut Nazilah
Lafadz Qunut (قنوت)
dalam hal ini artinya berdoa saat berdiri dalam shalat. Sedangkan Nazilah (نازلة) artinya : Bencana yang
sangat berat.
Tata cara ini tercatat dalam hadits riwayat Ahmad, “Rasulullah SAW melaksanakan qunut nazilah selama sebulan secara berturut-turut di dalam Shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Shubuh. Setiap kali usai mengucapkan: "Sami'allahu liman hamidah" Dari raka'at terakhir, mendo'akan kejelekan atas mereka, yaitu perkampungan Ri'il, Dzakwan dan 'Ushayyah dari Bani Sulaim. Sedangkan orang-orang dibelakangnya mengucapkan "Aamiin". (HR. Ahmad)
Pada saat Shalat Maghrib, Isya dan Subuh, lanjut dia, dibaca secara Jahriyah atau keras, sedangkan untuk shalat dhuhur dan ashar dibaca pelan. Ketika shalat berjamaah, Imam shalat dimohonkan mengumumkan lafadz doa Qunut Nazilah dengan mengganti kata untuk diri sendiri (mutakallim wahdah, ni/saya) menjadi na (mutakallim ma’al ghair, kita), sementara makmum cukup mengaminkan saja.
Tata cara ini tercatat dalam hadits riwayat Ahmad, “Rasulullah SAW melaksanakan qunut nazilah selama sebulan secara berturut-turut di dalam Shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Shubuh. Setiap kali usai mengucapkan: "Sami'allahu liman hamidah" Dari raka'at terakhir, mendo'akan kejelekan atas mereka, yaitu perkampungan Ri'il, Dzakwan dan 'Ushayyah dari Bani Sulaim. Sedangkan orang-orang dibelakangnya mengucapkan "Aamiin". (HR. Ahmad)
Pada saat Shalat Maghrib, Isya dan Subuh, lanjut dia, dibaca secara Jahriyah atau keras, sedangkan untuk shalat dhuhur dan ashar dibaca pelan. Ketika shalat berjamaah, Imam shalat dimohonkan mengumumkan lafadz doa Qunut Nazilah dengan mengganti kata untuk diri sendiri (mutakallim wahdah, ni/saya) menjadi na (mutakallim ma’al ghair, kita), sementara makmum cukup mengaminkan saja.
Qunut Nazilah secara umum maksudnya adalah doa yang
dipanjatkan saat berdiri dalam shalat, setelah i’tidal pada rakaat terakhir,
saat terjadi bencana besar yang menimpa kaum Muslimin secara massal.
Berikut ini adalah doa qunut nazilah yang Rasulullah
bacakan, setelah ditimpa musibah terbunuhnya para sahabat rombongan Al-Qurra.
Doa Qunut Nazilah:
“Allahumma inna nasta'inuka wa nastaghfiruka, wa nastahdika
wa nu'minu bika wa natawakkalu alaika, wa nutsni alaikal khaira kullahu
nasykuruka wa la nakfuruka, wa nakhla'u wa natruku man yafjuruk. Allahumma
iyyaka na'budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas'a wa nahfid, narju
rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq”.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta
ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu,
memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami
menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya
Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan sholat ini dan bersujud,
hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami
takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir."
Doa Meolak Wabah
Doa Meolak Wabah
Bacaan Doa Qunut Nazilah Berdasarkan Imbauan MUI, terkait
dengan wabah corona :
Allahummahdini fi man hadait, wa afini fi man afait wa
tawallani fi man tawallait, wa barikli fi ma athait, wa qini syarra ma qadhait,
fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik, wa innahu la yadzillu man walait, wa la
yaizzu man adait, tabarakta rabbana wa taalait, fa lakalhamdu ala ma qadhait,
astgahfiruka wa atubu ilaik.
Allahummadfa annal ghalaa wal wabaa wal fakhsyaa wal munkar
was syuyufal mukhtalifata was syadaidal mihan, ma dzhara minha wa ma bathana,
min baladina hadza khassah, wa min buldanil muslimina aammah, innaka ala kulli
syaiin qadir, wa shallallahu ala sayyidina muhammadin wal hamdulillahi rabbil
alamin.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang
telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah
Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau
pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin.
Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan
kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena
sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum
(menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang
telah Engkau beri kekuasaan.
Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha
Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah
Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi
rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh
keluarganya dan sahabatnya.
Posting Yang Sering Dicari:
Penulis : Ustadz Abdullah Wahab
Editor : Gus JK
Penulis : Ustadz Abdullah Wahab
Editor : Gus JK

