Blog Yang Membahas Tentang Hukum Islam, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan Agama dan Akhlak Perilaku Manusia

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 10 April 2020

Kajian Islam 3 (Tiga) langkah Menghadapi Cofid 19

al-irmaniyah.Data global menunjukkan sudah ada 211 negara terpapar, total 1.282.931 kasus terkonfirmasi, dan 72.774 kasus meninggal dunia.
Data update Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per Rabu 8 April 2020 menyebutkan saat ini terakumulasi ada 2956 kasus COVID-19 di seluruh Indonesia. Dari sejumlah itu 222 sembuh, 240 meninggal dunia.(https://tirto.id 8 april 2020)

Yang pertama dan utama kita kemukakan menghadapi musibah besar ini, adalah mengembalikan semuanya kepada Allah, Sang Pencipta Yang Maha segala-galanya. Allah yang telah menciptakan semua makhluk-Nya, baik yang besar maupun yang kecil, yang terlihat maupun tidak kelihatan oleh mata.

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ۬ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ

Artinya: “Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali). (QS Al-Baqarah [2]: 156).

Bahwa segala urusan di muka bumi ini, semua yang berlangsung di atas dunia ini, adalah atas izin dan kehendak Allah. Seperti firman-Nya:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan setiap orang yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS At-Taghabun : 11).

Pada ayat lain Allah menekankan :

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya : “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS Al-An’am [6] : 59).

Wabah, musibah, penyakit, semua datang dari Allah Subhanahu Wata’ala. Allah adalah pemilik seluruh kerajaan bumi dan langit, termasuk pembuat penyakit. Karena itulah, setiap Allah ciptaan penyakit dan wabah, Allah pasti siapkan obatnya. 

Kewajiban kita adalah berkhitiar, berikhtiar adalah wajib. Maka barang siapa mau berikhtiar, ikhtiarnya akan dicatat sebagai ibadah. Jika ikhtiarnya membuahkan hasil, maka setidaknya ia akan mendapat 2 (dua) keuntungan. Pertama, ia akan memperoleh pahala dari Allah. Kedua, ia akan mendapat keberhasilan atau manfaat dari apa yang telah ia usahakan. Tetapi jika ikhtiarnya belum berhasil, maka setidaknya ia akan mendapat pahala dari Allah. Jika ia sabar, maka ia akan mendapatkan pahala yang berlipat.

Salah satu bentuk ikhtiar adalah dengan mengikuti petunjuk para ahli kesehatan misalnya dengan pyshycal distancing (jaga jarak aman), work from home (tinggal dirumah), tidak berpergain ke daerah terjangkit dan melakukan LockDown  wilayah dan lain sebagaimana anjuran pihak pihak terkait.

Bentuk ikhtiar yang lain setidaknya berpedoman pada ajaran agama islam 
  1. Sedekah, sedekah dapat menolak bencana wabah.  “Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (Hadist Riwayat Imam Thabrani)
  2. Tenang tidak panik,  Bersikap tenanglah menghadapi musibah wabah ini, dengan banyak berzikir kepada Allah.  أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ  “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)
  3. Bersabar, Bersabarlah dengan wabah ini, untuk meraih cinta Allah tanpa batas. وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ  “Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar.“ (QS. Ali Imran : 146)
  4. Shalat,    وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ    “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).
Untuk memperlancar atau mempermudah upaya lahiriah kita mencapai keberhasilan dalam menangani kasus virus Corona, kita juga harus juga melakukan ikhtiar batiniah, yakni berdoa kepada Allah. 
Surat Al Mu’min, ayat 60 :   ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ   Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannnya.”  

Ada doa yang sebaiknya kita baca dalam menghadapi wabah penyakit corona yang melanda dunia sekarang ini seperti tertera dibawah ini yang diriwayatkan oleh sahabat nabi diantaranya sbb:

  1. اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ  “Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari cobaan yang berat, kesengsaraan yang hebat, takdir yang buruk dan kebahagiaan/kegembiraan musuh.” (H.R. Al-Bukhari)
  2. اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَتِكَ (رواه مسلم) “Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah engkau berikan, lepasnya kesehatan yang telah engkau anugerahkan, datangnya siksaan-Mu yang tiba-tiba dan segala kemungkaran.” (HR. Muslim)
  3. بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (رواه أحمد) “Dengan menyebut nama Allah yang dengan (menyebut) nama-Nya tidak ada yang dapat memberikan bahaya yang di bumi maupun yang di langit. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (H.R. Ahmad)

Setelah melakukan ikhtiar dan doa kepada Allah dalam upaya kita melepaskan diri dari ancaman virus Corona, ada satu hal lagi  yakni tawakal. 
  فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ   (Q.S Ali Imran 159) 
Artinya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang brtawakal pada-Nya.”  

Menurut Imam Hanbali tawakal merupakan perbuatan hati. Artinya, tawakal bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan semata, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Tetapi sekali lagi, tawakal merupakan perbuatan hati sehingga tidak bisa diwujudkan dalam bentuk fisik, seperti berdiam diri tanpa melakukan suatu ikhtiar lahiriah.

Ikhtiar, doa serta tawakal dalam menghadapi virus corona, senantiasa harus optimis dalam menghadapi ujian kehidupan. Karena dengan optimisme kita bisa berfikir jernih dan benar. Sehingga dapat menemukan jalan keluar yang tepat sesuai syariat. Bukan semakin menambah masalah dengan kepanikan kita.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid: 22-23)

Posting Yang Sering Di Cari :
  1. Cara Mengurus Jenazah Covid 19
  2. Permasalahan Fiqih Trekait Cofid 19
  3. Kiat Islam Menghadapi Cofid 19

Penulis    : Ustadz Abdullah Wahab
Editor      : Gus JK